Rabu, 30 November 2011

PROPOSAL "Metode Pengajaran dan Tekhnik Evaluasi Merupakan Kunci Untuk Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa (studi kasus di SMA Negeri ! Welahan)"

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
 

PROPOSAL
Nama                                    : Andika Rizky Arifianto
Nim                                      : 3401409015
Jurusan                                 : Sosiologi-Antropologi
Fakultas                                : Fakultas Ilmu Sosial
A.    JUDUL
Metode Pengajaran dan Tekhnik Evaluasi Merupakan Kunci Untuk Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa (studi kasus di SMA Negeri ! Welahan)
B.     LATAR BELAKANG
IPS adalah bidang studi yang merupakan paduan dan sejumlah mata pelajaran sosial. Materi dari berbagai disiplin ilmu sosial seperti geografi, sejarah, sosiologi, antropologi, psikologi sosial, ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum dan ilmu-ilmu sosial lainnya menjadi bahan baku bagi pelaksanaan pangajaran di sekolah dasar dan menengah.
Dalam Kurikulum 1975 pendidikan IPS menampilkan empat profil yakni: (1) Pendidikan Moral Pancasila menggantikan Pendidikan Kewargaan Negara sebagai suatu bentuk pendidikan IPS khusus yang mewadahi tradisi “citizenship transmission”; (2) pendidikan IPS terpadu untuk Sekolah Dasar; (3) pendidikan IPS terkonfederasi untuk SMP yang menempatkan IPS sebagai konsep payung yang menaungi mata palajaran geografi, sejarah, dan ekonomi koperasi; dan (4) pendidikan IPS terpisah-pisah yang mencakup mata pelajaran sosiologi, sejarah, geografi, dan ekonomi untuk SMA.
Banyak orang yang mematenkan bahwa IPS adalah bidang studi yang banyak hafalan-hafalannya sehingga membuat siswa malas untuk belajar, Namun yang terjadi pada saat ini jurusan sosiologi dan antropologi yang juga merupakan bagian dari salah satu jurusan ilmu sosial di Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengalami lonjakan mahasiswa baru pada jurusan sosiologi antropologi yang signifikan, hal ini dibuktikan dengan selalu bertambahnya jumlah mahasiswa baru pada jurusan sosiologi antropologi dari tahun-ketahun.
Berdasarkan hal tersebut saya ingin mengetahui apakah hal tersebut ada hubugannya dengan pemberian motifasi oleh guru, metode pembelajaran yang digunakan, dan tekhnik evaluasi yang digunakan.
C.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan yang akan dikaji sebagai berikut :
a.       Jenis metode pembelajaran apa yang digunakan untuk mengajar mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri ! Welahan  ?
b.      Tekhnik evaluasi apa sajakah yang digunakan dalam mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri ! welahan ?

D.    TUJUAN PENELITIAN
a.       Untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan untuk mengajar mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Welahan ?
b.      Untuk mengetahui  tekhik evaluasi yang digunakan dalam mata pelajarn sosiologi di SMA Negeri 1 Welahan ?
E.     MANFAAT PENELITIAN
a.    Manfaat praktis
1.      Bagi guru
Dapat digunakan sebagai referensi atau masukan dalam menentukan metode dan evaluasi pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu.
2.      Bagi peneliti
Membantu saya untuk menentukan penerapan metode pembelajaran dan penggunaan tekhnik pembelajaran yang tepat dan bermafaat sehingga siswa saya nantinya dapat semangat dan antusias dalam megikuti pelajaran kususnya mata pelajaran sosiologi.

b.      Manfaat teoretis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan kepada pembaca tentang penerapan metode pembelajaran dan prngguaan tekhik evaluasi yang tepat.



F.     LANDASAN TEORI
Belajar dapat dipahami sebagai suatu perubahan tingkah laku, sebagai akibat dari pengalaman dalam interaksi dengan lingkungan dan perubahan dalam belajar yang terjadi karena usaha yang disengaja dengan tujuan tertentu. Perubahan yang dimaksud adalah dalam pengetahuan, pemahaman , keterampilan, dan nilai sikap.
Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau lingkungan
Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motifasi belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.
Carol (dalam Sudjana, 2009:40) berpendapat bahwa hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi faktor, yakni :
a.    Bakat belajar,
b.   Waktu yang tersedia untuk beljar
c.    Waktu yang diperlukan siswa utuk menjelaskan pelajaran
d.   Kualitas pengajaran
e.    Kemampuan individu
Salah satu yang diduga mempengaruhi kualitas pengajaran adalah variable guru. Disamping faktor guru, kualitas pengajaran dipengaruhi oleh karakteristik kelas. Variable karakteristik kelas antara lain :
a.       Besarnya kelas, maksutya adalah banyak sedikitnya siswa yang belajar
Suasana belajar, artinya adalah Susana yang demokratis, akan  member peluan hasil belajar yang optimal, dibadingkan dengan suasana belajar yang kaku.
b.   Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia merupakan satu-satunya sumber belajae dikelas kurang menunjang kualitas pengajaran sehingga hasil belajar yang dicapai siswa tidak optimal.
Menurut Sudjana (2009:28-37), agar suatu proses pembelajaran (belajar-mengajar) efektif, maka perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. pembelajaran harus mempunyai tujuan yang jelas dan harus diketahui oleh peserta didik
                   a.      Dasar proses pembelajaran adalah suatu yang bersifat eksploratif serta menemukan bukan pengulangan rutin
                  b.       Proses pembelajaran merupakan suatu proses pengalaman yakni proses iteraksi peserta didik dengan lingkungannya
                   c.      Proses belajar mengajar hendaknya mampu melayani gaya dan kecepatan belajar peserta didik yang berbeda-beda.
                  d.      Proses belajar mengajar perlu didasarkan atas pengalaman yang sudah dimiliki peserta didik, utuk itu guru perlu mengetahui entri behavior peserta didik.
                   e.       Bahan yang dipelajari hendaknya bersifat praktis, berhubungan dengan situasi kehidupan.
                   f.      Dalam proses pembelajaran hendaknya mendayagunakan berbagai jeis media dan sumber belajar yang relevan.
                  g.      Proses belajar mengajar perlu dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip psikologi
Antara lain :
Pelajaran dimulai dari bahan yang sederhana menuju pelajaran yang komplek, pelajaran diberikan dari yang kongkrit ke yang abstrrak, pelajaran diberikan dari hal-hal umum kepada hal-hal khusus.

Salah stu car ayang dilakukan untuk menarik perhatian siswa saat proses pembelajaran berlangsung yaitu mrmbuat variasi gaya prnyajian, metode pembelajaran dan menggunakan media yang menarik dan disesuaikan dengan materi pelajaran.
Adapun yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran adalah membantu siswa agar memperoleh berbagai pengalaman dan merubah tingkah laku siswa baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Seperti yang diungkapka diatas maka diharapkan akan memperoleh suatu manfaat yang jelas dari proses pembelajaran. Adapun manfaatnya antara lain :
a.       pengajaran menjadi lebuih baik dan efektif
b.      Hasil belajar dapat dicapai lebih efisien
c.       Metode mengajar yang sesuai dapat dipilih secara lebih mudah.
Ada tiga cirri khas yang terkandung dalam system pembelajaran (Hamalik 2003:65) yaitu :
1.                  Rencana adalah penataan ketenagaan, material, prosedur, unsure-unsur system pembelajaran, dalam suatu rencana khusus.
2.                  Saling ketergantungan (interdependence) , antara usur-unsur bersifat esensial dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada system pembelajaran.
3.         Tujuan dari system pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak tercapai.
Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan perilaku kearah yang lebih baik (Manthovani,2007:9).
Dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi guru dengan siswa, begitu sebaliknya siswa dengan guru terjadi komunikasi timbale balik

G.    TINJAUAN PUSTAKA
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anak didik, dengan seperangkat teori dan pengalaman yang dimiliki, guru gunaksn untuk bagaimana mempersiapkan progam pengajaran dengan baik dan sistematis. Dalam buku yang berjudul “Strategi Belajar mengajar”, karya Drs. Syaiful Bahri Djamarah dan Drs. Aswan Zain, mengungkapkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama, dan daya serap peserta didik terhadap pelajran berbeda-beda, oleh karena itu menurut Roestiyah. N.K.(1989:1) dalam kegiatan belajar mengajar guru harus memiliki strategiagar anak didik dapat belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk strategi itu adalah harus menguasai tekhnik=tekhnik penyajian atau disebut metode mengajar. Dengan demikian metode mengajar adalah sebuah alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Setelah metode megajar ditentukan yang disesuaikan dengan tujuan yang telah ditentukan dan untuk mengukur atau mengetahui tujuan pengajaran telah tercapai atau tidak maka evaluasi adalh alat yang digunakan untuk mengukurnya. Evaluasi merupakan proses untuk memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek (Davies, 1981:3). Menurut Wand dan Brown, evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu (dalam Nurkancana, 1986:1).
 Pengertian evaluasi lebih dipertegas lagi dengan batasan sebagai proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu ( Sudjana, 1990:3). Dengan berdasarkan batasan-batasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis untuk menentukan nilai sesuatu (tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk kerja, proses, orang, maupun objek) berdasarkan kriteria tertentu.
Evaluasi mencakup sejumlah teknik yang tidak bisa diabaikan oleh seorang guru maupun dosen. Evaluasi bukanlah sekumpulan teknik semata-mata, tetapi evaluasi merupakan suatu proses yang berkelanjutan yang mendasari keseluruhan kegiatan pembelajaran yang baik. Evaluasi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana efisiensi proses pembelajaran yang dilaksanakan dan efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dalam rangka kegiatan pembelajaran, evaluasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sistematik dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Erman (2003:2) menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai penentuan kesesuaian antara tampilan siswa dengan tujuan pembelajaran. Dalam hal ini yang dievaluasi adalah karakteristik siswa dengan menggunakan suatu tolak ukur tertentu. Karakteristik-karakteristik tersebut dalam ruang lingkup kegiatan belajar-mengajar adalah tampilan siswa dalam bidang kognitif (pengetahuan dan intelektual), afektif (sikap, minat, dan motivasi), dan psikomotor (ketrampilan, gerak, dan tindakan). Tampilan tersebut dapat dievaluasi secara lisan, tertulis, mapupun perbuatan. Dengan demikian mengevaluasi di sini adalah menentukan apakah tampilan siswa telah sesuai dengan tujuan instruksional yang telah dirumuskan atau belum.
Apabila lebih lanjut  kita kaji pengertian evaluasi dalam pembelajaran, maka akan diperoleh pengertian yang tidak jauh berbeda dengan pengertian evaluasi secara umum. Pengertian evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.
Kata media berasal dari kata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media. Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”. Sedangkan pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”. Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu : “media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.
H, KERANGKA BERFIKIR
Udang-undang tentang isdiknas tahun 2004 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 menerangkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terecana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diriya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pegendalian diri, keserdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yag diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Agar penelitian ini dapat mencapai tujuan dengan lebih jelas dan sistematis, maka perlu dibuat suatu kerangka pemikiran yang dijadikan sebagai pedoman. Adapun kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : 













Latar Belakang
 













Minat belajar siswa sampai keperguruan tinggi jurusan sosiologi yang merupakan pecahan dari IPS
 





















I.       Teknik Pengumpulan Data               
Menurut Rachman (1997:71) bahwa penelitian di samping menggunakan metode yang tepat, juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.                  Observasi
Observasi merupakan pengamatan terhadap fenomena yang akan dikaji, dalam hai ini berarti peneliti terjun langsung dalam lingkungan masyarakat. Menurut Abdurrachman (Fathoni. 2004:104) pengamatan adalah tehnik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku ojek sasaran. Dengan metode observasi ini, peneliti mengadakan pengamatan secara langsung terhadap subjek yang diteliti dalam kurun waktu yang lama. Observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap (Arikunto, 1997:128). Teknik observasi menurut Arikunto adalah kegiatan yang memusatkan perhatian terhadap suatu objek menggunakan seluruh alat indera.
2.                  Wawancara
Menurut Koentjaraningrat, metode wawancara atau interview merupakan cara yang dipergunakan kalau seseorang mencoba mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seorang responden, dengan bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang tersebut. Sedangkan Moleong menyatakan wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh pihak pewawancara yang mengajukan pertanyaan pada terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.
Teknik wawancara ini dipergunakan dalam penelitian untuk mendapatkan informasi mengenai hubungan pola hidup masyarakat petani sawah terhadap pendidikan formal. Peneliti menggunakan alat pengumpulan data yang berupa pedoman wawancara yaitu instrumen yang berbentuk pertanyaan yang ditujukan kepada guru IPS SMA Negeri ! Welahan.
3.                  Dokumentasi
Menurut Rachman (1996:96), dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, seperti arsip-arsip, buku-buku tentang pendapat teori, hukum-hukum yang berhubungan dengan masalah penelitian. Sedangkan menurut Arikunto (2006:158), dokumentasi berasal dari kata dokumen. Yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokementasi peneliti menyelidiki benda-benmda teryulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, pearturan-peraturan, dan sebagainya.
Dalam penelitian ini, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data seperti foto-foto kegitan belajar mengajar, dan video hasil rekaman dari pengajaran . Dalam alat dan teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal ini disebabkan karena peneliti merasa ketiga metode ini cukup relevan dalam pengumpulan data.
J.       Analisis Data
Dari penelitian yang telah diperoleh oleh peneliti kemudian diperoleh data-data yang kemudian akan di analisis sehingga peneliti dapat mengguraikan hasil penelitiannya. Karena pada penelitian kualitatif yang paling utama ada mendeskripsikan hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Hasan, Hamid, 1996. “Pendidikan Ilmu Sosial”. Depdikbud Dirjen Proyek Pendidikan
Tenaga Akademik, Jakarta.
Hasan, Zaini, 1996. “Pengantar Ilmu Sosial”. Depdikbud Dirjen Proyek Pendidikan Tenaga
Akademik, Jakarta












Lampiran 1

Panduan Obsrvasi
Metode Pengajaran dan Tekhnik Evaluasi Merupakan Kunci Untuk Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa (studi kasus di SMA Negeri ! Welahan)
Observasi merupakan salah satu metode pengumpulan data yang penting sebagai pembanding data yang diperoleh dari wawancara. Adapun hal-hal yang menjadi fokus penelitian dalam melaksanakan observasi antara lain :
a.       Jenis metode pembelajaran  yang digunakan untuk mengajar mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri ! Welahan.
b.      Tekhnik evaluasi  yang digunakan dalam mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri ! welahan.






Lampiran 2

Panduan Wawancara
Metode Pengajaran dan Tekhnik Evaluasi Merupakan Kunci Untuk Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa (studi kasus di SMA Negeri ! Welahan)
Pedoman Wawancara untuk guru IPS SMA Negeri 1 Welahan
Nama                                       :                                                  
Jenis kelamin                           :                                                  
Status                                       :                             
Tingkat pendidikan terakhir     : 

1),  Sudah berapa lamakah anda mengajar di SMA Negeri ! Welahan ?
2).  Apakah dalam setiap anda mengajar anda selalu memberikan motifasi kepada siswa, kalau ya berapa menitkah waktu yang anda gunakan untuk member motifasi ?
4).  Metode pengajaran apakah yang  di pakai di SMA Negeri Satu Welahan ?
5).  Bagaimanakah cara anda melakukan evaluasi pada siswa ?
6). Bagaimanakah cara anda mengatasi  jika mengalami kendala dalam pengajaran, misalnya saat pengajaran siswa pasif dan tidak bersemangat  ?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages

Advertisement (468 x 60px )